Tutorial-Tips-Teknik SEO-Translate-Aneka Informasi

Tutorial-Tips-Teknik SEO-Translate-Aneka Informasi

Berbagi sesuatu yang bermanfaat, mempunyai nilai tersendiri (",)



Toolbar Translate-Translator Language

Translate-Terjemahan Bahasa-Kamus Online
Mazda Mobil Indonesia | Harga Mobil Mazda | Dealer Resmi Mazda | Penjualan Mobil Baru

Tips/Cara Hitung Pajak Kendaraan Bermotor-BBN.KB-Progressif

Kali ini berbagi mengenai Tips / Cara Menghitung / Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor, BBN.KN (Bea Balik Nama), Pajak Progressif, dan Pajak Kendaraan Bermotor. 

Telah banyak kita baca dari Website yang memberi tahu mengenai Bagaimana Cara Menghitung / Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor / PKB, Bea Balik Nama / BBN.KB,Pajak Progresif  / Pajak yang dibebankan atas dasar alamat pada STNKyang mempunyai lebih dari 1 (Satu) Unit Kendaraan Bermotor.
Hitungan dibawah ini hanya kisaran Nilai Biaya Estimasi yang dibebankan kepada pemilik Kendaraan Bermotor dan tidak bisa dijadikan patokan sebagai Hitungan yang Pasti secara Nominal Rupiah-nya, karena Polda mempunyai ketentuan bersama Samsat sebagai pemegang Wilayah untuk memberikan Kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor tersebut.

Kendaraan Bermotor.
Adalah semua jenis kendaraan roda dua atau lebih, digunakan pada semua jalan darat dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa penggerak mesin / motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentu menjadi tenaga gerak, termasuk alat-alat berat, misalnya : Wheel Loader, Truck Mixer Tandum, dll.

Kepemilikan.
Hubungan hukum antara orang pribadi atau perusahaan dengan kendaraan bermotor yang namanya tercantum dalam bukti kepemilikan dai dokumen yang sah termasuk BPKB.

DPP PKB.
Dasar Pengenaan Pajak Pajak Kendaraan Bermotor sesuai perda nomor 4 tahun 2003, adalah perkalian antara Nilai Jual Kembali Kendaraan Bermotor dengan bobot yg mencerminkan secara relatif kadar kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
Harga Pasaran Umum.
Setelah harga pasaran umum diketahui maka nilai jual ditentukan berdasarkan :
isi silinder, penggunaan, jenis, merk, tahun pembuatan, berat, dll.
Besarnya Tarif (Perda nomor 4 tahun 2003) :
Kendaraan bermotor bukan umum = 1,5%
Kendaraan bermotor umum = 1%
Alat-alat berat = 0,5%

STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) Coba kita lihat kolom bagian Pajak atau Notice Pajak yang berwarna Coklat : Tarif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor / BBN-KB :  - 10% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan pertama
- 10% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan pertama
- 3% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan pertama
- 1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan selanjutnya
- 1% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan selanjutnya
- 0,3% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan selanjutnya
- 0,1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan karena warisan
- 0,1% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan karena warisan
- 0,03% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan karena warisan Rumus 

Menghitung Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor / BBN-KB :
Tarif x 
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), berdasarkan harga pasaran umum.
PKB                 : Pajak Kendaraan Bermotor besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun,karena penyusutan nilai jual kendaraan tersebut.

SWDKLLJ      : Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Sumbangan ini dikelola oleh jasa raharja sebesar :
-Rp   35.000,- untuk Tarif Kendaraan Bermotor Roda 2 (dua).

-Rp 143.000,- untuk Tarif Kendaraan Bermotor Roda 4 (empat).
-Rp 163.000,- untuk Tarif Kendaraan Bermotor Roda 6 (enam) dan diatas Roda (enam) / termasuk Kendaraan jenis besar/ Alat Berat.

*Data dapat berubah sewaktu-waktu.

Biaya Adm   : Biaya administrasi, untuk motor baru kemarin saya tidak dikenakan,dan apabila ganti plat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama atau mutasi masuk bahasalainnya, baru dikenai biaya dan besarnya Rp 30.000,-
Tips Cara Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor-PKB-Bea Balik Nama-BBN.KB-Progresif-Estimasi
Contoh Notice Pajak Per-Tahun / Tahunan pada STNK

DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Apabila sudah jatuh tempo masa berlaku STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) belum melakukan perpanjangan, maka kita akan dikenakan Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)  dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), Perhitungannya sebagai berikut : Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) ; Terlambat 5 hari, atau cuma 1 hari sudah dianggap atau sama dengan 1 tahun. Pada masing-masing wilayah berbeda, tetapi prinsip cara menghitungnya adalah 25% per tahun.
Contoh :
- Terlambat 3bulan PKB x 25% x 3/12
- Terlambat 6bulan PKB x 25% x 6/12

Denda SWDKLLJ 
(Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan);
besarnya Rp 35.000,- untuk motor roda 2,  dan Rp 143.000,- untuk mobil roda 4 ( tiap tahun bisa jadi ada perubahan / kenaikan harga ).
Contoh : Si "A" punya motor dan terlambat bayar 6 bulan jumlah PKB tertera di STNK Rp 230.000,- & SWDKLLJ Rp 35.000,- maka Si "A" akan dikenakan denda keterlambatan sebesar: ( Rp 230.000 x 25% x 6/12 ) + ( Rp 35.000 ) = Rp 63.750,- Total yang harus dibayar sebesar; Rp 230.000 + Rp 35.000 + Rp 63.750,- = Rp 328.750,-
Pajak Progresif. Pajak Progresif awalnya dikenakan dengan maksud untuk mengendalikan laju lalu lintas yang semakin padat, terutama pada Kota-kota besar yang semakin hari semakin padat dan macet.

Cara penghitungannya : (perda nomor 8 tahun 2010) dan berlaku mulai 1 januari 2011
kendaraan pertama akan terkena pajak progresif sebesar 1,5 % x nilai jual,
kendaraan kedua akan terkena pajak progresif sebesar 2% x nilai jual,
kendaraan ketiga akan terkena pajak progresif sebesar 2,5% x nila jual,
kendaraan keempat akan terkena pajak progresif 4% x nilai jual

Contoh : Si "B" punya Mobil Xenia 1.000cc atas nama sendiri, beli mobil lagi ke-2 (dua) masuk pada Pajak Progressif ke-1 (satu), Pembelian mobil baru ke-2 (dua) Si "B" dengan harga off the road / faktur dari Dealer senilai = Rp 130.000.000. BBN KB = Rp 130.000.000 x 10% = Rp 13.000.000,-. Perhitungan PKB Progressif ke-1 (dua)  Rp 130.000.000 x 80 % (asumsi harga bekas / penyusutan) x 1.5% = Rp 1.560.000,- Perhitungan PKB Progressif ke-2 (dua) = Rp 130.000.000 x 80 % (asumsi harga bekas / penyusutan) x 2% = Rp 1.560.000,- Jadi untuk mobil kedua Si "B" berlaku Progresif yang masuk pada Kolom PKB  senilai = Rp 2.080.000,- begitu seterusnya.

Jika Anda memiliki 1 (satu) mobil dan 2 (dua) motor maka mobil akan dikenakan pajak 1,5%. Sedangkan motor berlaku progresif (1,5% dan 2%).

Demikian ulasan mengenai Cara Mengetahui Perhitungan / Menghitung Nilai / Nominal Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Progresif / Pajak yang dibebankan atas dasar alamat pada STNK mempunyai lebih dari 1 unit Kendaraan Bermotor dan Bea / Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN.KB).

Semoga Informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua... (",)


23 Responses to " Tips/Cara Hitung Pajak Kendaraan Bermotor-BBN.KB-Progressif "

  1. selamat siang sobat,info yang bermanfaat nich.salam sejahtera buat sobat.

    ReplyDelete
  2. @mariyanto widodoSip buat Mas Bos & sehat selalu...Aamiiin (",)

    ReplyDelete
  3. terima kasih infonya sangat membantu

    ReplyDelete
  4. @Titin Hartini Alhamdulillah...
    Terima kasih atas kunjungan & komentarnya (",)

    ReplyDelete
  5. kenapa ya..,
    kendaraan gua baik motor ataupun mobil..,
    tiap tahun pajaknya nggak ada penurunan..
    padahal katanya ada penyusutan tiap tahun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang memang tidak bisa dipastikan, karena nominal pajak adalah mutlak ketentuan Samsat sesuai otonomi dan APBD masing" wilayah Mas Bos (",)

      Delete
  6. kalo kita dah punya motor trus beli mobil kena pajak prgresif ga terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak kena progressif, karena yang diberlakukan di jatim masih R4 / Mobil, sedangkan di jakarta sudah semua tetapi tetap sesuai dengan pengelompokan mobil sendiri, motor sendiri Mas Bos (",)

      Delete
  7. info yg bagus sob. tapi saya rada sedikit kurang mengerti ...

    ReplyDelete
  8. Mau nanya Mas.. untuk yg BBNKB.. maksudnya untuk penyerahan pertama 10% itu pembayaran pajak tahun pertama ya? untuk tahun kedua dst jadi 1% begitu? Makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. penyarahan kedua apa tahun kedua yg 1% ni?

      Delete
    2. Penyerahan ke dua Mas Bos...
      Jika balik nama atau ada perubahan data (nama / nopol, alamat, rubah bentuk, rubah warna, no.rangka / mesin, dll) yang mengakibatkan pencatatan ulang pada buku BPKB, Lembar STNK dan Lembar Pajak nantinya.

      Delete
  9. Wah saya jadi paham, trimakasih info nya mas,...

    ReplyDelete
  10. Sangat bermanfaat, jadi pingin jadi pengusaha jasa pengurusan perpanjangan STNK ...

    ReplyDelete
  11. nanya mas......
    pajak masih berlaku, hanya saja mw dirubah bentuk dari light truk ke dump truk. biayanya 6jt, katanya no polisinya juga berubah. sy minta perinciannya, gk dikasi.
    mohon bantuan penjelasannya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perubahan Plat Nomor memang ada karena memang pencatatan kembali di Buku BPKB dan aturan sekarang semenjak Polda ikut andil, jadi untuk Perpanjangan 5 tahun dan Balik Nama / Mutasi / Perubahan Data dari Perubahan Bentuk, akan me-rolling Nopol juga. Jika menguruskan di Biro Jasa, memang mereka biasanya biaya-biaya 1 paket karena melalui istilah "belakang" dan tidak ada nota atau kwitansi baik dari Polda atau Samsat. Kwitansi atau Nota akan diberikan dari pihak Biro itu sendiri.

      Semoga bisa memberikan solusi...

      Delete
  12. mau tanya mas,
    saya mau bantu untuk membeli motor punya teman,
    tetapi STNK nya sudah mati sejak 3 tahun silam (10-2011)
    setelah di cek motor antik ini PKB nya 49.000/ thn
    Saya mencoba membuat perhitungan pajak terhutang
    kira2 perhitungannya spt ini;
    thn PKB denda Total PKB swp3d denda total SWP3D
    2011 49.000 36750 85750 35000 96000 131000
    2012 49000 24500 73500 35000 64000 99000
    2013 49000 12250 61250 35000 32000 67000
    ----------- -----------
    Pajak terhutang PKB 220500 + SWP3D 297000 = 517500

    Mohon petunjuk, apakah perhitungan ini sudah benar ? atau bagaimana
    yang seharusnya.
    Terimakasih atas bantuannya.



    ReplyDelete
    Replies
    1. Perhitungan sekarang mungkin sudah berubah dan memang itu mutlak Samsat dari sisi Otonomi Pendapatan Daerah yang bersangkutan. Lebih akurat jika langsung menanyakan ke Samsat yang berwenang sesuai kode wilayah di STNK.

      *Data dapat berubah sewaktu-waktu.

      Delete
  13. saya punya motor dua...motor supra atas nama saya satu motor beat atas nama istri tentu dalam satu alamat.terkait dngan pajak progresifnya seperti apa.?maaf baru baca sekali ...belum gamblang..mohon penjelasan.trima kasih ini sangat bermanfaat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pajak Progresif yang dilihat adalah Alamat, jadi jika setiap orang dengan alamat rumah yang sama / tinggal satu rumah masing-masing / per-orang mempunyai kendaraan, maka akan masuk Pajak Proresif...

      Delete
    2. mas saya mau tanya,,, saya punya motor supra taun 2002, dan dari pertama beli nyampe skarang belom pernah bayar pajak dan diperpanjang stnk nya,, apakah kalau sekarang bisa di bayar dan di perpanjang stnk nyah. makasih gan,

      Delete
    3. Bisa Mas Bos, hanya saja jika pajak pertahun terakhir 2002, berarti diperpanjang s.d tahun 2014, misal masih di bulan agustus atau belum melewati bulan, jika sudah melewati bulan sekarang (april 2014) & masa berlaku pajak bulan februari, maka diperpanjang s.d 2015. Nah...tinggal kita hitung saja nilai pajaknya & masa berlaku di STNK atau Plat Nomor bulan & tahun adalah sama.
      Menurut data Mas mulai beli Motor keluaran 2002, anggap atau asumsi saya adalah pembuatan surat kendaraan di tahun 2002, jika melewati bulan jatuh tempo berarti motor harus bayar pajak s.d 2015 = 13 th atau 13 lembar pajak tahunan yang akan keluar, masing" lembar pajak yang menentukan nilai jumlah keseluruhan (PKB + Denda & Bunga Denda) adalah mutlak Samsat yang berwenang (sesuai wilayah pada alamat STNK / BPKB).
      Sedangkan perhitungan Pajak 5 tathun pada Masa Berlaku STNK atau Plat Nomor adalahberlaku sampai dengan tahun 2007 dan harus melunasi administrasi per lima tahun = 10 tahun = 2 kali bayar Administrasi perpanjangan pajak 5 tahun sampai dengan tahun 2017, karena sekarang kita bahas di tahun 2014.

      Review :
      Tahun pembuatan motor 2002, berarti pengurusan surat kendaraan pada awal (On The Road Dealer) adalah di tahun 2002, maka kita asumsikan pajak per tahun motor secara logika adalah berlaku sampai dengan tahun 2003.
      » Berarti pajak yang harus dilunasi sampai dengan tahun 2014 (jika belum melewati bulan april / saat ini) = 12 tahun.
      » Jika masa berlaku sudah melewati bulan april, maka pajak diperpanjang sampai dengan 2015 = 13 tahun.
      » Perpanjangan per lima tahun terlihat di STNK atau Plat Nomor mestinya s.d tahun 2008, berarti kena biaya administrasi 5 tahun = 2 x atau 10 tahun, pada tahun berlaku 2013 (sudah lewat masa berlaku, karena posisi saat ini sudah di tahun 2014) dan diperpanjang lagi sampai dengan tahun 2018.

      Jika pengurusan surat kendaraan pada awal (On The Road Dealer) adalah di tahun 2003, maka kita asumsikan pajak per tahun motor secara logika adalah berlaku sampai dengan tahun 2004.
      » Berarti pajak yang harus dilunasi sampai dengan tahun 2014 (jika belum melewati bulan april / saat ini) = 11 tahun.
      » Jika masa berlaku sudah melewati bulan april, maka pajak diperpanjang sampai dengan 2015 = 12 tahun.
      » Perpanjangan per lima tahun terlihat di STNK atau Plat Nomor mestinya s.d tahun 2007, berarti kena biaya administrasi 5 tahun = 2 x atau 10 tahun, pada tahun berlaku 2012 (sudah lewat masa berlaku, karena posisi saat ini sudah di tahun 2014) dan diperpanjang lagi sampai dengan tahun 2017.

      Wow...lumayan besar beban anggaran yang harus disiapkan nech...
      Menurut saya tidak sebanding dengan harga jual motor ya...heheheee...Piiisss...

      Demikian agar dapatnya memberikan solusi dan jika ada yang kurang, mohon sharing terbuka bagi teman-teman pembaca yang lebih berpengalaman dalam masalah ini...

      Semoga bermanfaat ya... (",)

      Delete

Silahkan berkomentar dengan baik, tidak mengandung SARA dan P****GRAFI.

Terima kasih atas kesediaan Mas Bos dimanapun berada (",)

Salam,


Visitor by Countries

Flag Counter